Eha Konveksi

Apa Bedanya Regular Fit dan Relaxed Fit pada Seragam?

perbedaan regular fit dan relaxed fit - Konveksi Seragam

Perbedaan regular fit dan relaxed fit menjadi hal yang perlu dipahami ketika menentukan potongan pakaian kerja. Kedua istilah tersebut sering muncul ketika membahas model kemeja, polo shirt, kaus, maupun pakaian kerja. Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama tidak dirancang terlalu ketat, tetapi sebenarnya terdapat perbedaan pada ruang yang diberikan oleh pola pakaian.

Regular fit umumnya menjadi potongan standar yang memberikan keseimbangan antara bentuk pakaian dan ruang gerak. Sementara itu, relaxed fit dirancang dengan ruang yang lebih longgar sehingga tubuh memiliki keleluasaan lebih besar saat bergerak. Namun, ukuran dan karakter setiap produsen dapat berbeda karena istilah fit tidak selalu memiliki ukuran baku yang sama di semua merek.

Dalam konteks seragam kerja, perbedaan tersebut menjadi semakin penting. Seragam bukan hanya harus terlihat rapi, tetapi juga perlu mendukung aktivitas karyawan selama bekerja. Karyawan yang sebagian besar bekerja di meja tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan karyawan yang harus banyak berjalan, membungkuk, atau melakukan pekerjaan fisik.

Karena itu, memahami karakter masing-masing potongan dapat membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih tepat sebelum menentukan pola seragam.

Apa Itu Regular Fit?

Regular fit merupakan potongan pakaian yang berada pada posisi seimbang, tidak terlalu mengikuti tubuh dan tidak terlalu longgar. Model ini biasanya memberikan ruang yang cukup untuk aktivitas sehari-hari tanpa membuat pakaian terlihat kebesaran.

Dalam beberapa panduan ukuran pakaian, regular fit digambarkan sebagai potongan standar yang memberikan ruang gerak dengan tetap mempertahankan bentuk pakaian yang relatif rapi.

Pada kemeja kerja, misalnya, regular fit biasanya memiliki ruang yang cukup pada bagian dada, badan, dan lengan. Tujuannya agar pakaian dapat digunakan dengan nyaman tanpa menghasilkan terlalu banyak kain berlebih.

Namun, regular fit bukan berarti setiap bagian pakaian memiliki ukuran yang sama. Pola tetap dibuat berdasarkan bentuk tubuh dan kebutuhan desain. Bagian bahu, lingkar dada, panjang badan, panjang lengan, dan bukaan lengan dapat memiliki proporsi yang berbeda.

Hal inilah yang membuat regular fit dari satu produsen bisa terasa sedikit berbeda dengan regular fit dari produsen lain.

Apa Itu Relaxed Fit?

Relaxed fit merupakan potongan yang memberikan ruang lebih luas dibandingkan potongan regular. Tambahan ruang tersebut dapat terlihat pada bagian dada, bahu, badan, lengan, atau area lain sesuai pola yang digunakan.

Beberapa panduan fit menjelaskan relaxed fit sebagai potongan yang lebih longgar dan memberikan ruang lebih besar, khususnya pada area dada dan bahu.

Meski demikian, relaxed fit tidak sama dengan pakaian yang sengaja dibuat kebesaran. Relaxed fit seharusnya tetap memiliki proporsi yang terencana. Pakaian memang lebih longgar, tetapi bentuk keseluruhannya tetap dibuat agar terlihat sesuai dengan desain.

Perbedaan ini penting karena masih banyak orang yang menganggap pakaian berukuran satu tingkat lebih besar otomatis menjadi relaxed fit. Padahal, menaikkan ukuran pakaian belum tentu memberikan distribusi ruang yang tepat.

Relaxed fit yang benar dirancang sejak pembuatan pola sehingga tambahan ruang berada pada area yang memang dibutuhkan.

Perbedaan Regular Fit dan Relaxed Fit dari Bentuk Potongan

Salah satu cara paling mudah memahami perbedaan regular fit dan relaxed fit adalah melihat bentuk potongannya.

Regular fit biasanya memiliki siluet yang lebih terstruktur. Pakaian mengikuti bentuk tubuh secara wajar dengan ruang yang cukup untuk bergerak. Hasilnya adalah tampilan yang cenderung bersih dan rapi.

Relaxed fit memiliki siluet yang lebih longgar. Ruang tambahan membuat pakaian terlihat lebih santai dan memberikan keleluasaan lebih besar.

Perbedaannya bukan hanya pada lebar badan. Posisi bahu, ukuran lengan, bukaan lengan, panjang badan, dan distribusi ruang dapat ikut berubah tergantung pola yang digunakan.

Sebagai gambaran sederhana:

AspekRegular FitRelaxed Fit
Bentuk keseluruhanSeimbangLebih longgar
Ruang badanCukupLebih luas
Area bahuLebih terstrukturDapat lebih lapang
Ruang lenganSedangLebih leluasa
TampilanRapi dan klasikLebih santai
Kebebasan gerakCukupLebih besar
Kesan pakaianTerstrukturLebih fleksibel

Perlu diingat bahwa tabel tersebut merupakan gambaran umum. Tidak ada satu standar ukuran universal yang membuat semua regular fit atau relaxed fit memiliki dimensi persis sama.

Perbedaan Regular Fit dan Relaxed Fit pada Ruang Gerak

Selain bentuk pakaian, perbedaan regular fit dan relaxed fit juga dapat dirasakan ketika tubuh bergerak.

Regular fit memberikan ruang gerak yang cukup untuk aktivitas normal. Ketika digunakan untuk pekerjaan kantor, misalnya, karyawan dapat duduk, berdiri, berjalan, dan menggerakkan tangan tanpa merasa pakaian terlalu menempel pada tubuh.

Relaxed fit memberikan ruang tambahan sehingga gerakan tertentu dapat terasa lebih bebas. Potongan seperti ini dapat membantu ketika pakaian digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan mobilitas lebih tinggi.

Namun, bukan berarti relaxed fit selalu lebih nyaman.

Kenyamanan tetap bergantung pada aktivitas, bahan, ukuran, dan pola pakaian. Regular fit yang dibuat dengan ukuran tepat dan bahan yang nyaman bisa terasa lebih menyenangkan dibandingkan relaxed fit yang terlalu longgar.

Jadi, jangan menentukan model hanya berdasarkan anggapan bahwa semakin longgar berarti semakin nyaman.

Apakah Relaxed Fit Sama dengan Ukuran Lebih Besar?

Tidak.

Ini merupakan salah satu hal yang perlu diperjelas ketika membahas perbedaan regular fit dan relaxed fit.

Jika seseorang biasanya menggunakan ukuran M lalu memakai ukuran L, pakaian tersebut memang menjadi lebih besar. Namun, bentuk pakaian tidak otomatis berubah menjadi relaxed fit.

Pada ukuran yang lebih besar, bagian bahu, panjang lengan, panjang badan, dan lebar pakaian semuanya dapat ikut berubah. Akibatnya, pakaian bisa terlihat tidak proporsional.

Relaxed fit berbeda karena kelonggaran tersebut sudah dirancang dalam pola. Ruang tambahan diberikan dengan mempertimbangkan keseluruhan bentuk pakaian.

Karena itu, apabila perusahaan menginginkan seragam dengan karakter relaxed fit, sebaiknya model tersebut ditentukan sejak awal dalam pembuatan pola.

Bagian Apa yang Paling Terlihat Perbedaannya?

Perbedaan antara regular fit dan relaxed fit dapat diamati pada beberapa bagian pakaian.

1. Bagian Bahu

Regular fit biasanya memiliki posisi bahu yang lebih terstruktur. Jahitan bahu cenderung berada dekat dengan garis bahu pemakai.

Relaxed fit dapat memberikan ruang bahu yang lebih besar. Pada model tertentu, posisi jahitan bahkan dapat dibuat sedikit lebih turun.

2. Bagian Dada

Pada regular fit, ruang dada biasanya cukup untuk memberikan kenyamanan tanpa menghasilkan banyak kain berlebih.

Pada relaxed fit, bagian dada dapat memiliki tambahan ruang sehingga pakaian terasa lebih lapang.

3. Bagian Badan

Regular fit cenderung memiliki bentuk badan yang lebih mengikuti garis tubuh secara wajar.

Relaxed fit biasanya memiliki badan yang lebih lebar sehingga kain tidak terlalu mengikuti bentuk tubuh.

4. Bagian Lengan

Lengan relaxed fit dapat dibuat lebih leluasa dibandingkan regular fit. Hal tersebut dapat memberikan ruang ketika tangan banyak bergerak.

Namun, ukuran lengan tetap perlu dikontrol agar tidak terlalu lebar dan mengganggu pekerjaan.

Mengapa Istilah Fit Bisa Berbeda Antarprodusen?

Salah satu hal yang sering membuat calon pengguna bingung adalah ketika dua pakaian dengan label yang sama ternyata terasa berbeda.

Hal tersebut sebenarnya cukup wajar.

Istilah seperti regular fit dan relaxed fit lebih merupakan istilah untuk menggambarkan karakter potongan dibandingkan angka ukuran universal. Salah satu sumber panduan fit bahkan menjelaskan bahwa regular fit dapat menjadi blok dasar suatu merek, sehingga ukuran regular antarprodusen belum tentu identik.

Karena itu, ketika perusahaan membuat seragam, sebaiknya tidak hanya menyebutkan “buat regular fit” atau “buat relaxed fit”.

Informasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi spesifikasi yang lebih jelas.

Misalnya:

  • lebar bahu;
  • lingkar dada;
  • panjang badan;
  • panjang lengan;
  • lebar lengan;
  • bukaan lengan;
  • bentuk kerah;
  • jenis bahan;
  • dan toleransi ukuran.

Dengan begitu, hasil produksi dapat lebih mudah dikontrol.

Bagaimana Memilih Potongan untuk Seragam Kerja?

Pemilihan potongan sebaiknya dimulai dari aktivitas karyawan.

Untuk pekerjaan yang banyak dilakukan di dalam ruangan dan membutuhkan tampilan formal, regular fit dapat menjadi salah satu pilihan yang masuk akal.

Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan banyak gerakan dapat mempertimbangkan relaxed fit apabila ruang tambahan memang dibutuhkan.

Namun, pembagian tersebut bukan aturan mutlak.

Misalnya, seorang staf kantor mungkin harus sering mengambil dokumen dari rak, berpindah ruang, dan mengikuti kegiatan lapangan. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan ruang geraknya mungkin lebih besar dibandingkan karyawan lain yang hanya bekerja di meja.

Karena itu, aktivitas nyata lebih penting daripada sekadar nama jabatan.

Pertimbangkan Bentuk Tubuh Karyawan

Seragam perusahaan biasanya digunakan oleh banyak orang dengan bentuk tubuh yang berbeda.

Ada karyawan dengan tubuh tinggi dan ramping, ada yang memiliki bahu lebar, ada yang memiliki badan lebih berisi, dan ada pula yang memiliki proporsi tubuh yang tidak sama antara bagian atas dan bawah.

Karena itu, pemilihan fit harus dikombinasikan dengan data ukuran.

Regular fit pada orang dengan bentuk tubuh tertentu mungkin terasa cukup longgar, sedangkan pada orang lain terasa lebih pas.

Begitu pula dengan relaxed fit.

Jika perusahaan membuat seragam dalam jumlah banyak, pengumpulan ukuran karyawan menjadi bagian penting agar pola yang digunakan dapat menghasilkan pakaian yang nyaman untuk sebanyak mungkin pemakai.

Perhatikan Bahan Kain

Bahan kain juga dapat memengaruhi bagaimana suatu fit terasa ketika dikenakan.

Kain yang kaku cenderung mempertahankan bentuk pakaian. Sementara itu, kain yang lebih lentur dapat mengikuti gerakan tubuh dengan lebih baik.

Pada regular fit, bahan yang nyaman dapat membantu mempertahankan keseimbangan antara tampilan rapi dan ruang gerak.

Pada relaxed fit, pemilihan bahan juga penting karena potongan yang lebih longgar dapat menghasilkan volume kain yang lebih banyak.

Jika bahan terlalu tebal, pakaian relaxed bisa terasa lebih berat. Sebaliknya, jika bahan terlalu tipis untuk kebutuhan pekerjaan tertentu, seragam mungkin tidak memberikan karakter yang diharapkan.

Artinya, perbedaan regular fit dan relaxed fit tidak dapat dipisahkan dari bahan yang digunakan.

Jangan Hanya Melihat Tampilan dari Manekin

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memilih model hanya berdasarkan gambar desain atau foto manekin.

Pakaian yang terlihat bagus pada gambar belum tentu nyaman ketika digunakan oleh karyawan dengan berbagai bentuk tubuh.

Karena itu, untuk kebutuhan seragam perusahaan, penggunaan sampel dapat membantu proses evaluasi.

Sampel dapat dipakai untuk melihat:

  • posisi bahu;
  • ruang pada dada;
  • panjang badan;
  • panjang lengan;
  • ruang ketika duduk;
  • ruang ketika mengangkat tangan;
  • dan tampilan keseluruhan.

Dari proses tersebut, perusahaan dapat menentukan apakah potongan perlu dibuat lebih pas atau lebih longgar.

Kapan Regular Fit Lebih Masuk Akal?

Regular fit dapat dipertimbangkan ketika perusahaan membutuhkan tampilan yang cukup rapi dan aktivitas karyawan berada pada tingkat mobilitas normal.

Contohnya adalah pekerjaan administrasi, pelayanan, pekerjaan kantor, atau aktivitas yang membutuhkan kombinasi antara duduk, berdiri, dan berjalan.

Potongan regular juga cenderung lebih mudah dipadukan dengan berbagai desain seragam.

Namun, keputusan tetap perlu mempertimbangkan bahan dan ukuran. Regular fit yang terlalu sempit tetap dapat mengurangi kenyamanan.

Kapan Relaxed Fit Lebih Masuk Akal?

Relaxed fit dapat dipertimbangkan ketika ruang gerak menjadi kebutuhan penting.

Pekerjaan lapangan, operasional, teknisi, gudang, dan aktivitas yang membutuhkan gerakan tubuh lebih aktif dapat menjadi contoh penggunaan yang perlu dipertimbangkan.

Tetapi, relaxed fit tidak berarti semua pakaian harus dibuat selebar mungkin.

Justru, tantangannya adalah menemukan titik yang cukup longgar untuk bergerak tetapi tetap terlihat rapi.

Inilah alasan mengapa pola dan ukuran aktual lebih penting daripada sekadar memilih label fit.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Ketika menentukan model seragam, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Pertama, menganggap regular fit dan relaxed fit memiliki ukuran universal. Padahal, standar potongan dapat berbeda antarprodusen.

Kedua, menaikkan ukuran untuk mendapatkan efek relaxed fit. Cara tersebut belum tentu menghasilkan proporsi yang baik.

Ketiga, mengabaikan aktivitas karyawan. Model seragam sebaiknya disesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

Keempat, hanya mempertimbangkan tampilan. Seragam juga harus nyaman ketika digunakan selama jam kerja.

Kelima, mengabaikan bahan kain. Karakter bahan dapat memengaruhi bagaimana pakaian terasa dan terlihat.

Keenam, tidak melakukan evaluasi sampel. Sampel membantu menemukan masalah sebelum produksi dalam jumlah besar.

FAQ Seputar Perbedaan Regular Fit dan Relaxed Fit

Apa perbedaan regular fit dan relaxed fit?

Perbedaan utamanya terletak pada jumlah ruang yang diberikan oleh pola pakaian. Regular fit memiliki potongan yang lebih seimbang, sedangkan relaxed fit memberikan ruang yang lebih luas sehingga pakaian terasa lebih longgar.

Apakah relaxed fit lebih besar daripada regular fit?

Secara umum relaxed fit memang memiliki ruang lebih banyak dibandingkan regular fit. Namun, tingkat kelonggarannya dapat berbeda tergantung pola dan standar produsen.

Apakah relaxed fit sama dengan menggunakan ukuran satu tingkat lebih besar?

Tidak. Relaxed fit dirancang dari pola yang memang memiliki ruang tambahan. Menggunakan ukuran lebih besar pada regular fit tidak otomatis menghasilkan relaxed fit.

Mana yang lebih nyaman untuk seragam?

Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua orang. Kenyamanan dipengaruhi oleh aktivitas, bentuk tubuh, ukuran, bahan, dan pola pakaian.

Apakah regular fit cocok untuk seragam kantor?

Regular fit dapat menjadi pilihan untuk pekerjaan yang membutuhkan tampilan rapi dengan kebutuhan ruang gerak normal.

Apakah relaxed fit cocok untuk pekerjaan lapangan?

Relaxed fit dapat dipertimbangkan untuk pekerjaan yang membutuhkan ruang gerak lebih luas. Namun, desain tetap harus disesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan keselamatan kerja.

Apakah ukuran regular fit dari setiap produsen sama?

Tidak selalu. Istilah fit dapat digunakan dengan standar internal masing-masing produsen. Karena itu, ukuran aktual dan size chart tetap perlu diperiksa.

Bagaimana memastikan potongan seragam sudah tepat?

Salah satu cara adalah membuat sampel terlebih dahulu, kemudian mengujinya pada beberapa pengguna dengan bentuk tubuh dan aktivitas yang berbeda.

Kesimpulan

Memahami perbedaan regular fit dan relaxed fit membantu perusahaan menentukan potongan seragam berdasarkan kebutuhan nyata karyawan. Regular fit menawarkan keseimbangan antara ruang gerak dan tampilan yang terstruktur, sedangkan relaxed fit memberikan ruang lebih luas untuk menghasilkan sensasi pemakaian yang lebih longgar.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa regular fit dan relaxed fit bukan sekadar persoalan ukuran. Keduanya berkaitan dengan pola, distribusi ruang, bentuk pakaian, bahan, dan kebutuhan aktivitas pemakai.

Selain itu, istilah fit tidak selalu memiliki ukuran yang sama di setiap produsen. Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya memberikan instruksi berdasarkan nama model, tetapi juga menentukan spesifikasi ukuran dan pola secara lebih jelas.

Pada akhirnya, seragam yang baik adalah seragam yang mampu menggabungkan kenyamanan, fungsi, kerapian, dan kesesuaian dengan aktivitas karyawan. Dengan memahami karakter setiap potongan dan melakukan pengujian melalui sampel, risiko kesalahan sebelum produksi dalam jumlah besar dapat dikurangi.

Untuk kebutuhan pembuatan seragam perusahaan dan pembahasan lebih lanjut mengenai proses produksi, Anda dapat mengunjungi halaman konveksi seragam melalui tautan internal yang telah disediakan.

Konsultasikan kebutuhan seragam Anda bersama Kami, EHA KONVEKSI, Jasa KONEVKSI SERAGAM Terbaik NO.1. Berpengalaman belasan tahun lamanya, melayani ribuan customers dan juga instansi dari berbagai penjuru negeri.Hubungi kami, dan dapatkan penawaran terbaik dengan desain dan sampel Seragam Anda, GRATIS!Klik disini untuk CHAT ADMIN SERAGAM EHA KONVEKSI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top