Eha Konveksi

Panduan Quality Control Seragam untuk Pesanan dalam Jumlah Banyak

Quality Control Seragam Pesanan Banyak - Konveksi Seragam

Ketika sebuah perusahaan memesan seragam dalam jumlah sedikit, beberapa kesalahan mungkin masih mudah ditemukan dan diperbaiki. Namun, kondisinya berbeda ketika jumlah pesanan mencapai puluhan, ratusan, bahkan ribuan potong. Kesalahan kecil yang terjadi pada proses produksi dapat berulang pada banyak pakaian sekaligus.

Karena itu, Quality Control Seragam Pesanan Banyak perlu dilakukan dengan cara yang terstruktur. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat apakah seragam terlihat rapi. Ada banyak bagian yang perlu diperiksa, mulai dari bahan, warna, ukuran, jahitan, posisi logo, kelengkapan atribut, hingga cara pengemasan.

Pada pesanan dalam jumlah banyak, konsistensi menjadi salah satu hal yang paling penting. Seragam pertama dan seragam terakhir dalam satu produksi seharusnya tetap mengacu pada standar yang sama. Standar tersebut idealnya sudah ditentukan melalui sampel yang disetujui, data ukuran, detail desain, pilihan bahan, warna, dan instruksi produksi.

Quality control pada industri pakaian juga umumnya tidak hanya dilakukan di tahap akhir. Pemeriksaan dapat dilakukan sejak material diterima, selama proses produksi berlangsung, hingga produk selesai dan siap dikemas. Pendekatan bertahap membantu menemukan masalah lebih awal sebelum kesalahan berkembang menjadi lebih besar.

Mengapa Quality Control Seragam Pesanan Banyak Perlu Dilakukan?

Semakin banyak jumlah seragam yang diproduksi, semakin besar pula kemungkinan terjadinya variasi hasil apabila proses pemeriksaan tidak dilakukan dengan baik.

Misalnya, sebuah perusahaan memesan 500 potong seragam. Jika terdapat kesalahan pola jahitan pada satu pakaian, masalah tersebut mungkin hanya terjadi pada satu produk. Namun jika penyebabnya berasal dari pengaturan mesin atau pola produksi yang keliru, kesalahan yang sama dapat muncul pada puluhan atau bahkan ratusan potong.

Inilah alasan Quality Control Seragam Pesanan Banyak sebaiknya tidak dianggap sebagai pemeriksaan tambahan saja. QC merupakan bagian dari proses untuk memastikan hasil produksi tetap sesuai dengan standar yang sudah disepakati.

Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Mengurangi jumlah seragam yang memiliki cacat produksi.
  • Menjaga keseragaman ukuran.
  • Memastikan warna tetap sesuai referensi.
  • Memastikan logo dan atribut berada pada posisi yang benar.
  • Menemukan kesalahan produksi lebih awal.
  • Mengurangi risiko seragam tertukar saat proses packing.
  • Membantu memastikan jumlah pesanan sesuai.
  • Memudahkan proses evaluasi apabila ditemukan masalah.

Pada produksi dalam jumlah besar, masalah kecil yang berulang dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar. Oleh sebab itu, pemeriksaan yang konsisten menjadi bagian penting dari pengendalian produksi.

Tentukan Standar Sebelum Quality Control Dimulai

Salah satu kesalahan dalam melakukan QC adalah memeriksa produk tanpa memiliki acuan yang jelas.

Sebelum melakukan Quality Control Seragam Pesanan Banyak, sebaiknya sudah tersedia standar pembanding. Standar tersebut dapat berupa sampel yang telah disetujui, size chart, desain final, referensi warna, detail logo, spesifikasi bahan, serta instruksi packing.

Dengan adanya referensi tersebut, pemeriksa tidak hanya mengandalkan penilaian berdasarkan penglihatan atau perkiraan.

Contohnya, jika warna seragam terlihat sedikit berbeda, pemeriksa dapat membandingkannya dengan referensi warna yang telah disepakati. Begitu juga ketika memeriksa ukuran. Hasil pengukuran perlu dibandingkan dengan ukuran standar dan toleransi yang sudah ditentukan.

Dokumen referensi juga perlu menggunakan versi yang paling baru. Jika terdapat beberapa revisi desain, jangan sampai bagian produksi menggunakan desain lama sementara tim QC menggunakan desain terbaru. Referensi yang tidak sinkron dapat menyebabkan hasil pemeriksaan menjadi tidak akurat.

1. Periksa Bahan Seragam

Pemeriksaan dapat dimulai dari bahan yang digunakan untuk membuat seragam.

Pastikan bahan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang telah disetujui. Hal yang dapat diperhatikan antara lain jenis bahan, tekstur, ketebalan, warna, serta kondisi permukaan kain.

Periksa apakah terdapat:

  • Noda.
  • Lubang.
  • Serat yang rusak.
  • Cacat tenun.
  • Perbedaan warna.
  • Permukaan kain yang tidak merata.
  • Bagian kain yang terlihat berbeda dari sampel.

Untuk pesanan dalam jumlah banyak, konsistensi bahan juga perlu diperhatikan antarbagian produksi atau antarbatch. Perbedaan material dapat membuat sebagian seragam terasa atau terlihat berbeda meskipun menggunakan desain yang sama.

Jika bahan sudah bermasalah sejak awal, kualitas produk akhir akan sulit dijaga. Karena itu, pemeriksaan bahan merupakan salah satu tahapan penting dalam Quality Control Seragam Pesanan Banyak.

2. Cek Konsistensi Warna

Warna menjadi bagian yang cukup mudah terlihat ketika seragam digunakan bersama-sama.

Dalam satu perusahaan, karyawan biasanya mengenakan seragam dengan warna yang sama. Perbedaan warna yang terlalu terlihat dapat membuat pakaian tampak tidak seragam.

Pemeriksaan warna dapat dilakukan dengan membandingkan hasil produksi dengan sampel atau referensi warna yang telah disepakati.

Perhatikan pula bagian-bagian yang menggunakan kombinasi warna, seperti:

  • Kerah.
  • Manset.
  • List.
  • Saku.
  • Panel.
  • Benang.
  • Logo atau bordir.

Tidak hanya warna kain utama, komponen pendukung juga perlu diperhatikan agar keseluruhan tampilan tetap harmonis.

3. Periksa Ukuran Setiap Size

Kesalahan ukuran merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus dalam Quality Control Seragam Pesanan Banyak.

Jika perusahaan memiliki beberapa ukuran seperti S, M, L, XL, hingga ukuran yang lebih besar, setiap ukuran harus diperiksa berdasarkan standar yang sesuai.

Jangan hanya mengambil satu seragam kemudian menganggap seluruh ukuran sudah benar.

Beberapa bagian yang dapat diperiksa antara lain:

  • Lebar dada.
  • Panjang badan.
  • Panjang lengan.
  • Lebar bahu.
  • Lingkar pinggang jika relevan.
  • Panjang celana jika seragam berupa set.
  • Lebar bukaan tertentu.
  • Posisi saku.

Pengukuran harus menggunakan metode yang sama agar hasilnya konsisten. Toleransi ukuran juga sebaiknya sudah ditentukan sejak awal karena hasil jahitan pakaian tidak selalu identik hingga ukuran yang sangat presisi.

Pemeriksaan ukuran secara konsisten membantu menghindari situasi ketika satu size terasa lebih besar atau lebih kecil dibandingkan produk lain dengan ukuran yang sama.

4. Periksa Kualitas dan Kerapian Jahitan

Jahitan merupakan salah satu bagian utama yang harus diperiksa.

Perhatikan apakah jahitan terlihat rapi dan konsisten. Beberapa masalah yang dapat dicari antara lain:

  • Jahitan terlewat.
  • Jahitan putus.
  • Benang terlalu panjang.
  • Jahitan tidak lurus.
  • Sambungan kurang rapi.
  • Kerutan pada area jahitan.
  • Jahitan pada bagian tertentu terlalu longgar.
  • Sambungan yang tidak kuat.

Area yang menerima banyak tarikan juga perlu diperhatikan lebih teliti. Misalnya bagian bahu, saku, ketiak, sambungan lengan, atau area lain sesuai model seragam.

Pemeriksaan workmanship pada pakaian secara umum memang mencakup konstruksi jahitan, sambungan, penguatan, hingga kondisi finishing.

5. Periksa Bentuk dan Simetri Seragam

Seragam sebaiknya tidak hanya memiliki jahitan yang rapi, tetapi juga bentuk yang proporsional.

Letakkan pakaian pada permukaan yang rata kemudian perhatikan apakah bagian kiri dan kanan terlihat seimbang.

Beberapa bagian yang dapat diperiksa:

  • Posisi kerah.
  • Bentuk saku.
  • Posisi lengan.
  • Letak kancing.
  • Panjang bagian kiri dan kanan.
  • Posisi list atau aksen.
  • Bentuk bagian bawah pakaian.

Pemeriksaan seperti ini penting karena kesalahan kecil pada pola atau proses jahit dapat terlihat jelas ketika pakaian dikenakan.

6. Periksa Logo dan Atribut Identitas

Pada seragam perusahaan, logo sering menjadi bagian yang sangat diperhatikan.

Dalam Quality Control Seragam Pesanan Banyak, periksa apakah logo:

  • Menggunakan desain yang benar.
  • Memiliki ukuran sesuai referensi.
  • Berada pada posisi yang tepat.
  • Tidak miring.
  • Tidak terlalu tinggi atau rendah.
  • Memiliki warna yang sesuai.
  • Tidak mengalami kerusakan pada bordir atau print.

Jika terdapat nama perusahaan, nama karyawan, emblem, patch, atau atribut lainnya, semuanya perlu dibandingkan dengan desain final.

Pemeriksaan posisi dan ukuran sebaiknya tidak hanya mengandalkan perkiraan visual. Gunakan sampel yang sudah disetujui sebagai pembanding agar standar antarproduk tetap sama.

7. Periksa Kancing, Resleting, dan Aksesori

Bagian kecil sering kali luput dari pemeriksaan, padahal dapat memengaruhi fungsi seragam.

Jika model menggunakan kancing, pastikan kancing terpasang dengan baik dan tidak mudah lepas. Periksa pula posisi dan jaraknya agar tetap konsisten.

Untuk seragam yang menggunakan resleting, periksa apakah resleting dapat dibuka dan ditutup dengan lancar.

Hal serupa berlaku untuk aksesori lain seperti:

  • Velcro.
  • Tali.
  • Pengait.
  • Karet.
  • Stopper.
  • Aksen tambahan.

Komponen tersebut bukan hanya bagian dekorasi. Jika memiliki fungsi tertentu, fungsi tersebut juga perlu diuji.

8. Periksa Finishing

Setelah proses jahit selesai, seragam perlu diperiksa dari sisi finishing.

Lihat apakah masih terdapat benang sisa, bekas kapur, noda, lipatan yang mengganggu, atau bagian yang belum dirapikan.

Finishing juga mencakup pemeriksaan tampilan keseluruhan. Seragam seharusnya sudah berada dalam kondisi yang layak untuk dikemas.

Pemeriksaan visual akhir pada pakaian umumnya mencakup noda, lubang, benang lepas, kondisi permukaan, pressing, dan berbagai cacat tampilan yang telah didefinisikan sebelumnya.

9. Pastikan Jumlah dan Komposisi Pesanan

QC bukan hanya tentang kualitas fisik pakaian. Jumlah juga perlu diperiksa.

Untuk pesanan dalam jumlah banyak, cocokkan hasil produksi dengan data pesanan.

Misalnya:

UkuranJumlah PesananJumlah Aktual
S5050
M100100
L150150
XL100100
XXL5050

Pemeriksaan seperti ini membantu menghindari kekurangan atau kelebihan jumlah pada ukuran tertentu.

Selain jumlah keseluruhan, perhatikan juga komposisi setiap warna, model, divisi, atau cabang jika pesanan dibagi berdasarkan kebutuhan tertentu.

10. Bedakan Cacat Ringan dan Cacat Serius

Tidak semua ketidaksempurnaan memiliki tingkat dampak yang sama.

Karena itu, dalam Quality Control Seragam Pesanan Banyak, sebaiknya terdapat klasifikasi cacat yang jelas.

Contohnya:

Cacat ringan

  • Benang sisa.
  • Lipatan kecil.
  • Finishing yang masih dapat diperbaiki.

Cacat sedang

  • Posisi atribut kurang tepat.
  • Jahitan kurang rapi.
  • Ukuran berada di luar toleransi yang disepakati.

Cacat serius

  • Lubang pada kain.
  • Jahitan utama terbuka.
  • Ukuran sangat berbeda.
  • Logo salah.
  • Warna tidak sesuai.
  • Produk salah model.

Klasifikasi ini membantu tim menentukan tindakan yang diperlukan, apakah cukup dilakukan finishing ulang, rework, sortir, atau perlu dipisahkan dari produk yang siap dikirim.

11. Lakukan QC Selama Produksi, Bukan Hanya di Akhir

Salah satu prinsip penting dalam Quality Control Seragam Pesanan Banyak adalah jangan menunggu seluruh produksi selesai baru melakukan pemeriksaan.

Jika masalah baru diketahui setelah ratusan pakaian selesai dibuat, proses perbaikannya tentu lebih berat.

Sebaliknya, pemeriksaan selama produksi memungkinkan masalah ditemukan ketika proses masih berjalan.

Tahapan QC dapat dibuat seperti berikut:

Sebelum produksi → Saat produksi berjalan → Pemeriksaan produk jadi → Packing → Pemeriksaan akhir

Pada tahap produksi berjalan, pemeriksa dapat mengambil beberapa produk untuk melihat apakah kualitasnya tetap konsisten. Jika ditemukan masalah yang berulang, proses produksi dapat segera dievaluasi.

Pemeriksaan bertahap seperti ini juga sejalan dengan praktik QC pakaian yang membagi pemeriksaan ke tahap pra-produksi, inline, dan final.

12. Gunakan Sampel sebagai Acuan Utama

Sampel yang telah disetujui sebaiknya disimpan dengan baik dan digunakan sebagai referensi selama produksi.

Jangan hanya mengandalkan foto karena foto tidak selalu mampu menunjukkan detail bahan, ukuran, tekstur, konstruksi, dan finishing secara lengkap.

Bandingkan hasil produksi dengan sampel pada beberapa aspek:

  • Warna.
  • Bentuk.
  • Ukuran.
  • Detail desain.
  • Posisi logo.
  • Jenis bahan.
  • Konstruksi.
  • Finishing.

Dengan demikian, keputusan QC memiliki dasar yang lebih jelas.

13. Apakah Semua Seragam Harus Diperiksa Satu per Satu?

Jawabannya bergantung pada jumlah pesanan, risiko produk, kebutuhan pelanggan, dan sistem pemeriksaan yang digunakan.

Pada jumlah yang sangat besar, pemeriksaan dengan metode sampling dapat digunakan apabila kriterianya telah ditentukan dengan jelas. Namun, untuk bagian tertentu yang dianggap penting, pemeriksaan menyeluruh dapat tetap diperlukan.

Sampling bukan berarti memilih beberapa produk secara asal. Jika menggunakan sistem sampling seperti AQL, ukuran lot, tingkat inspeksi, jumlah sampel, klasifikasi cacat, serta batas penerimaan perlu ditentukan terlebih dahulu.

Untuk kebutuhan internal perusahaan, metode pemeriksaan juga dapat disesuaikan dengan tingkat risiko. Misalnya, logo perusahaan, ukuran, jumlah, dan atribut tertentu dapat menjadi prioritas pemeriksaan.

14. Pisahkan Produk yang Bermasalah

Jika ditemukan seragam yang tidak sesuai standar, jangan langsung dicampurkan kembali dengan produk yang sudah lolos QC.

Pisahkan produk tersebut dan beri penanda.

Catat masalahnya, misalnya:

  • Salah ukuran.
  • Jahitan bermasalah.
  • Logo kurang tepat.
  • Noda.
  • Warna tidak sesuai.
  • Aksesori kurang.
  • Finishing belum selesai.

Setelah diperbaiki, produk tersebut sebaiknya diperiksa kembali.

Cara sederhana ini membantu mencegah pakaian yang belum lolos pemeriksaan ikut masuk ke tahap packing.

15. Buat Checklist Quality Control yang Konsisten

Checklist membuat proses Quality Control Seragam Pesanan Banyak lebih mudah dilakukan secara konsisten.

Contoh checklist sederhana:

Identitas Pesanan


  • Nama/model seragam sesuai.


  • Warna sesuai.


  • Ukuran sesuai.


  • Jumlah sesuai.

Bahan


  • Jenis bahan sesuai.


  • Warna konsisten.


  • Tidak terdapat noda.


  • Tidak terdapat kerusakan kain.

Ukuran


  • Ukuran badan sesuai.


  • Panjang sesuai.


  • Lengan sesuai.


  • Bagian lainnya sesuai size chart.

Jahitan


  • Jahitan rapi.


  • Tidak ada jahitan terlewat.


  • Tidak ada jahitan putus.


  • Benang sisa sudah dirapikan.

Logo dan Atribut


  • Logo benar.


  • Posisi logo sesuai.


  • Ukuran logo sesuai.


  • Atribut lengkap.

Finishing


  • Tidak ada noda.


  • Tidak ada benang sisa berlebihan.


  • Seragam sudah dirapikan.


  • Kondisi siap dikemas.

Packing


  • Jumlah sesuai.


  • Size sudah dipisahkan.


  • Model atau warna tidak tertukar.


  • Kemasan sesuai instruksi.

Checklist seperti ini dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing seragam. Semakin jelas kriterianya, semakin kecil ruang untuk penilaian yang terlalu subjektif.

16. Dokumentasikan Hasil QC

Dokumentasi juga penting terutama ketika jumlah pesanan besar.

Hasil pemeriksaan dapat dicatat dalam spreadsheet atau sistem digital. Jika menemukan masalah, foto produk dapat ditambahkan sebagai bukti.

Data yang dapat dicatat antara lain:

  • Tanggal pemeriksaan.
  • Nama/model seragam.
  • Jumlah yang diperiksa.
  • Ukuran.
  • Jenis cacat.
  • Jumlah produk bermasalah.
  • Tindakan perbaikan.
  • Hasil pemeriksaan ulang.
  • Nama pemeriksa.

Dokumentasi membuat proses evaluasi menjadi lebih mudah. Jika masalah yang sama muncul pada produksi berikutnya, data sebelumnya dapat digunakan untuk mencari pola dan memperbaiki proses.

Sistem checklist digital juga dapat membantu pencatatan temuan, foto, dan riwayat pemeriksaan secara lebih teratur.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melakukan QC Seragam

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Hanya memeriksa tampilan luar

Seragam yang terlihat bagus belum tentu memiliki ukuran, jahitan, atau fungsi aksesori yang sesuai.

Tidak menggunakan sampel sebagai pembanding

Tanpa acuan yang jelas, pemeriksaan mudah menjadi subjektif.

Hanya melakukan pemeriksaan di akhir

Jika masalah ditemukan terlalu terlambat, perbaikannya dapat memerlukan waktu dan tenaga lebih besar.

Tidak mencatat hasil pemeriksaan

Temuan yang tidak terdokumentasi sulit digunakan untuk evaluasi.

Menganggap jumlah sudah pasti benar

Pada pesanan banyak, jumlah setiap ukuran tetap perlu dihitung dan dicocokkan.

Mencampur produk lolos dan produk bermasalah

Produk yang belum diperbaiki dapat kembali masuk ke proses packing jika tidak dipisahkan dengan jelas.

Checklist Akhir Sebelum Seragam Dinyatakan Siap

Sebelum seragam dinyatakan selesai, lakukan pemeriksaan terakhir:

  1. Apakah model sudah sesuai?
  2. Apakah bahan sesuai dengan sampel?
  3. Apakah warna konsisten?
  4. Apakah ukuran sesuai?
  5. Apakah jahitan rapi?
  6. Apakah logo dan atribut sudah benar?
  7. Apakah kancing, resleting, atau aksesori berfungsi?
  8. Apakah finishing sudah bersih?
  9. Apakah jumlah setiap ukuran sesuai?
  10. Apakah produk bermasalah sudah dipisahkan?
  11. Apakah hasil QC sudah dicatat?
  12. Apakah packing sudah sesuai pembagian pesanan?

Jika semua poin tersebut sudah diperiksa, risiko kesalahan sebelum seragam diterima atau dibagikan kepada karyawan dapat dikurangi.

Kesimpulan

Quality Control Seragam Pesanan Banyak membutuhkan sistem pemeriksaan yang teratur karena jumlah produk yang besar membuat kesalahan kecil berpotensi muncul berulang kali. Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika seluruh seragam sudah selesai, tetapi dimulai dari pengecekan bahan, proses produksi, produk jadi, hingga tahap packing.

Hal utama yang perlu diperhatikan mencakup bahan, warna, ukuran, jahitan, bentuk, logo, aksesori, finishing, jumlah, dan kemasan. Gunakan sampel yang telah disetujui serta dokumen produksi sebagai acuan agar hasil pemeriksaan lebih objektif.

Dengan checklist yang jelas, dokumentasi yang rapi, dan pemeriksaan pada beberapa tahapan produksi, Quality Control Seragam Pesanan Banyak dapat membantu menjaga konsistensi hasil produksi sekaligus mengurangi risiko produk yang tidak sesuai masuk ke tahap distribusi.

Butuh Seragam untuk Kebutuhan Perusahaan?

Hubungi Kami, dan dapatkan penawaran terbaik dengan desain dan sampel seragam Anda, GRATIS!


FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan Quality Control Seragam Pesanan Banyak?

Quality Control Seragam Pesanan Banyak adalah proses pemeriksaan kualitas pada produksi seragam dalam jumlah besar untuk memastikan hasilnya sesuai dengan standar yang telah ditentukan, mulai dari bahan, ukuran, warna, jahitan, logo, atribut, hingga packing.

2. Kapan quality control seragam sebaiknya dilakukan?

QC sebaiknya dilakukan secara bertahap, mulai dari pemeriksaan bahan dan persiapan produksi, pemeriksaan saat produksi berjalan, pemeriksaan produk jadi, hingga pemeriksaan sebelum packing atau pengiriman.

3. Apa saja yang perlu diperiksa pada seragam dalam jumlah banyak?

Beberapa bagian penting meliputi bahan, warna, ukuran, jahitan, bentuk, logo, atribut, kancing, resleting, finishing, jumlah, dan kemasan.

4. Mengapa ukuran seragam perlu diperiksa?

Ukuran perlu diperiksa untuk memastikan setiap size yang diproduksi tetap berada dalam standar yang telah ditentukan. Pada pesanan besar, kesalahan ukuran dapat muncul berulang jika tidak ditemukan sejak awal.

5. Apakah logo juga termasuk bagian dari quality control?

Ya. Logo perlu diperiksa dari sisi desain, ukuran, posisi, warna, teknik aplikasi, dan kerapian agar sesuai dengan referensi yang telah disetujui.

6. Apakah semua seragam harus diperiksa satu per satu?

Tidak selalu. Untuk jumlah besar, sampling dapat digunakan jika sistem dan kriterianya sudah ditentukan. Namun, bagian tertentu yang dianggap penting dapat diperiksa secara lebih menyeluruh sesuai kebutuhan.

7. Apa yang dilakukan jika ditemukan seragam cacat?

Produk yang bermasalah sebaiknya dipisahkan, dicatat jenis masalahnya, kemudian diperbaiki atau diproses sesuai keputusan QC. Setelah diperbaiki, produk perlu diperiksa kembali sebelum masuk ke tahap berikutnya.

8. Mengapa checklist QC penting?

Checklist membantu memastikan pemeriksaan dilakukan secara konsisten. Pemeriksa tidak perlu mengandalkan ingatan karena setiap bagian yang harus diperiksa sudah tercantum.

9. Apakah packing juga perlu diperiksa?

Ya. Packing perlu diperiksa untuk memastikan jumlah, ukuran, warna, pembagian pesanan, label, dan kemasan sesuai dengan instruksi yang telah ditentukan.

10. Siapa yang sebaiknya melakukan quality control?

QC dapat dilakukan oleh personel yang memahami standar produk dan memiliki tanggung jawab untuk memeriksa kesesuaian hasil produksi. Yang terpenting adalah pemeriksa menggunakan acuan yang sama dan hasil pemeriksaan terdokumentasi.

Konsultasikan kebutuhan seragam Anda, bersama Kami EHA KONVEKSI, Jasa KONVEKSI SERAGAM terbaik NO.1. Berpengalaman belasan tahun lamanya, melayani ribuan customer dan juga instansi dari berbagai daerah. Siap melakukan pengiriman barang keseluruh wilayah Indonesia.

Hubungi Kami, dan dapatkan penawaran terbaik dengan desain dan sampel seragam Anda, GRATIS!

Klik disini untuk CHAT ADMIN SERAGAM EHA KONVEKSI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top